Selamat Datang di Oase Qalbu

  Beritahu teman    

Menu Utama
. HOME
. Berita
. OASE
. Hikmah
. Lembar Jum'at
. Kisah:
   - Sahabat
   - Kaum Salaf
   - Tokoh Islam
   - Kehidupan
. Ramadhan
. Muslimah
. Keajaiban
. Sejarah
. Ghazwul Fikr
. Pergerakan
. Palestina
. Akhir Zaman
. Download

. Semua Topik
. Semua Arsip
. Search

Telah dikunjungi:

1.761.056  kali
sejak Juli 2007

43 pengunjung online


Newsletter Oase
Total ada 1.198 anggota

Setiap update di website ini secara otomatis akan terkirim ke Newsletter Oase (berupa artikel full). Keanggotaan Newsletter terbuka bagi siapa saja, untuk berlangganan silakan isi form berikut:

Nama Anda :
Email Anda:


Semua posting newsletter juga akan diupdate di Facebook pada
Page Oase Qalbu

Guestbook

Silakan mengisi buku tamu sebagai tanda atas kunjungan Anda di website ini.

Baca Buku Tamu
Isi Buku Tamu


Link Islami
. Eramuslim
. Percikan Iman
. Syariah Online
. Harun Yahya


Webmaster
. Disclaimer
. Email ke Webmaster
. FAQ


Khusyu'kah sholat kita?
Dipublikasi pada Selasa, 23 September 2003 oleh abufaiz97
Artikel ini telah dibaca 1891 kali.
Topik: Hikmah

Hikmah Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Sahabat, marilah kita selalu menyempatkan sebagian malam,

----------

Bismillahrirrahmanirrahim

Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Sahabat, marilah kita selalu menyempatkan sebagian malam, barang sejenak untuk mendekatklan diri (taqarrub) kepada Zat yang telah menciptakan kita. Untuk menghisab diri, apakah ibadah sholat yang kita lakukan sudah ikhlas dan pantas diharapkan pahalanya. Walaupun kita sehari semalam telah menghadap bersimpuh sujud sebanyak 5 kali, maka seberapa ikhlaskah shalat kita lakukan? Kadang kita pun terburu-buru dalam melakukan shalat, astaghfirullah, hingga kita pun tidak mampu meresapi nilai-nilai shalat. Kadang kita melakukan shalat hanya sebatas rutinitas belaka tanpa menyadari bahwa kita sedang menghadap kepada Sang Pencipta, astaghfirullah.

Sahabat, marilah kita ambil hikmah sebuah hikayat seorang salafusshalih (orang shalih zaman dulu) berikut:

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat wara’ (hati-hati) dan khusyuk sholatnya. Namun, dia selalu khawatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?".

Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhu zahir (lahir/nyata) dan batin."

Isam bertanya, "Bagaimana wudhu zahir dan batin itu?"

Hatim berkata, "Wudhu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudhu dengan air". Sementara wudhu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :

1. Bertaubat

2. Menyesali dosa yang telah dilakukan

3. Tidak tergila-gilakan dunia

4. Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya')

5. Tinggalkan sifat berbangga

6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu

7. Meninggalkan sifat dengki."

Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, Syurga di sebelah kananku, Neraka di sebelah kiriku, Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan menganggap bahwa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik."

"Setiap bacaan dan doa dalam solat, ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhu, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun."

Apabila Isam mendengar, menangislah dia karena membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibanding-kan dengan Hatim.

Subhanallah, betapa nikmatnya sholat kita jika bisa khusyu’. Marilah selalu memperbaharui kualitas sholat kita; sholat hari kemarin adalah masa lalu yang kita harus bertaubat supaya tertutup kekurangan yang ada, sholat kita hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan sholat hari esok adalah suatu amalan yang kita tidak tahu apakah masih bisa melaksanakannya atau tidak.

--------------------------------------------------------------

Ya Allah…..

Engkaulah yang menciptakan kami….

Engkaulah yang telah memelihara kami di alam rahim ibu….

Engkaulah yang meniupkan ruh ke dalam jasad kami….

Engkaulah yang memberikan kami nafas kehidupan….

Engkaulah yang memberi kami rezeki….

Dan kepada Engkaulah kami akan dikembalikan….

Ampunilah kami….

Yang sering melupakan wujud-Mu….

Ya Allah…..

Kami telah mendholimi diri kami sendiri,

Dan jika Engkau tidak mengampuni kami,

Maka kami termasuk orang-orang yang merugi….

Ya Allah….

Janganlah Engkau jadikan kami penentang-Mu yang nyata....

Janganlah Engkau sesatkan kami setelah Engkau beri kami petunjuk….

Naungilah kami dalam hidayah dan kasih sayang-Mu….

Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Memberi…

Amin…


Komentar untuk artikel: Khusyu'kah sholat kita?

sunarko, 27 Okt 2009

alhamdulillah....
terimakasih atas pencerahannya yg sangat baik ini. smoga bermanfaat bagi yg membacanya dan pahala bagi yg menulisnya. amin



Isi Komentar



Email : Email tidak akan ditampilkan di web
Komentar :
Tulislah komentar dengan mengikuti etika internet dan norma-norma kesopanan. Komentar yang memperolok, menghasut, dan berbau SARA akan dihapus dari server. Isi komentar menjadi tanggung jawab penulis komentar.

Security Code :   



 
Link Terkait
· Search pada Hikmah
· Artikel oleh abufaiz97


Artikel terpopuler tentang Hikmah:
Rahasia Silaturahmi


Nilai Artikel
Rata-rata: 5
Pemilih: 9


Beri nilai Artikel ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek



Opsi Artikel

 Versi Cetak  Save as PDF

 Kirim ke Teman  Kirim ke Teman

 Share

Ada 106 artikel pada Topik Hikmah, link 5 artikel sebelum dan sesudahnya:

86. Apa Salahnya Menangis?
87. Buah Mengembalikan Urusan Kepada Allah Dan Bersabar
88. Antara ilmu dan harta
89. Memaafkan, derajat kemuliaan diri
90. Rasa syukur itu
91. Khusyu'kah sholat kita?
92. Ingat maut
93. Hikmah awan
94. Hidup adalah proyek yang dikerjakan sendiri
95. Harapan ibu
96. Dan semesta pun kehilangan pelita terindahnya



Sebagian besar materi dalam website ini diambil dari sumber lain. Mengkopi materi dipersilakan dengan tetap mencantumkan sumber aslinya dan memperhatikan poin-poin pada halaman Disclaimer.

First Published on August 2000 by:
Engine Revised: August 20, 2007

Powered by:
PHPNuke | PHP | MySQL | Apache
Page generation: 0.051 seconds